'hujan"

...hujan merupakan salah satu perkara terpenting
bagi kehidupan di muka bumi. Ia merupakan sebuah prasyarat bagi kelanjutan
aktivitas di suatu tempat. Hujan–yang memiliki peranan penting bagi semua
makhluk hidup, termasuk manusia–disebutkan pada beberapa ayat dalam Al-Qur’an
mengenai informasi penting tentang hujan, kadar dan pengaruh-pengaruhnya.
....................................................................................................................................................
...“Dan yang menurunkan air dari langit menurut
kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati,
seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).” (QS. Az-Zukhruf,
(43):11)
....................................................................................................................................................
...“kadar” yang disebutkan dalam ayat ini
merupakan salah satu karakteristik hujan. Secara umum, jumlah hujan yang turun
ke bumi selalu sama. Diperkirakan sebanyak 16 ton air di bumi menguap setiap
detiknya. Jumlah ini sama dengan jumlah air yang turun ke bumi setiap detiknya.
Hal ini menunjukkan bahwa hujan secara terus-menerus bersirkulasi dalam sebuah
siklus seimbang menurut “ukuran” tertentu.
................................................................................................................................................
...pengukuran lain yang berkaitan dengan hujan
adalah mengenai kecepatan turunya hujan. Ketinggian minimum awan adalah sekitar
12.000 meter.
...ketika turun dari ketinggian ini, sebuah benda
yang yang memiliki berat dan ukuran sebesar tetesan hujan akan terus melaju dan
jatuh menimpa tanah dengan kecepatan 558km/jam.
..tentunya, objek apapun yang jatuh dengan
kecepatan tersebut akan mengakibatkan kerusakan. Dan apabila hujan turun dengan
cara demikian, maka seluruh lahan tanaman akan hancur, pemukiman, perumahan,
kendaraan akan mengalami kerusakan, dan orang-orang pun tidak dapat pergi
keluar tanpa mengenakan alat perlindungan ekstra.
...terlebih lagi, perhitungan ini dibuat untuk
ketinggian 12.000 meter, faktanya terdapat awan yang memiliki ketinggian hanya
sekitar 10.000 meter. Sebuah tetesan hujan yang jatuh pada ketinggian ini tentu
saja akan jatuh pada kecepatan yang mampu merusak apa saja.
................................................................................................................................................
...namun tidak demikian terjadinya, dari
ketinggian berapapun hujan itu turun, kecepatan rata-ratanya hanya sekitar 8-10
km/jam ketika mencapai tanah. Hal ini disebabkan karena bentuk tetesan hujan
yang sangat istimewa.
...keistimewaan bentuk tetesan hujan ini
meningkatkan efek gesekan atmosfer dan mempertahankan kelajuan tetesan-tetesan
hujan krtika mencapai “batas” kecepatan tertentu. (Saat ini, parasut dirancang
dengan menggunakan teknik ini).
...tak sebatas itu saja “pengukuran” tentang
hujan. Contoh lain misalnya, pada lapisan atmosferis tempat terjadinya hujan,
temperatur bisa saja turun hingga 400oC di bawah nol. Meskipun demikian,
tetesan-tetesan hujan tidak berubah menjadi partikel es. (Hal ini tentunya merupakan
ancaman mematikan bagi semua makhluk hidup di muka bumi.) Alasan tidak
membekunya tetesan-tetesan hujan tersebut adalah karena air yang terkandung
dalam atmosfer merupakan air murni. Sebagaimana kita ketahui, bahwa air murni
hampir tidak membeku pada temperatur yang sangat rendah sekalipun.
......................................................................................................................................................
...bagaimana hujan terbentuk tetap menjadi
misteri bagi manusia dalam kurun waktu yang lama. Hanya setelah ditemukannya
radar cuaca, barulah dapat dipahami tahapan-tahapan pembentukan hujan. Pembentukan
hujan terjadi dalam tiga tahap. Pertama, “bahan mentah” hujan naik ke udara.
Kemudian terkumpul menjadi awan. Akhirnya, tetesan-tetesan hujan pun muncul.
...tahapan-tahapan ini secara terperinci telah
tertulis dalam Al-Qur’an berabad-abad tahun lalu sebelum informasi mengenai
pembentukan hujan disampaikan:
“Allah, dialah yang mengirimkan angin, lalu angin
itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang di
kehendakinya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal: lalu kamu lihat hujan keluar
dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambanya yang
di kehendakinya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.” (QS. Ar-Rum, (40):48)
....................................................................................................................................................
...ada tiga tahapan yang disebutkan dalam Al-Qur’an:
Tahap Pertama: “ Allah, dialah yang mengirimkan
angin…..”
...gelembung-gelembung udara yang tidak terhitung
jumlahnya dibentuk oleh buih-buih di lautan yang secara terus-menerus pecah dan
mengakibatkan partikel-partikel air tersembur ke udara menuju ke langit.
Partikel-partikel ini –yang kaya akan garam– kemudian terbawa angin dan
bergeser ke atas menuju atmosfer. Partikel-partikel ini (disebut aerosol)
membentuk awan dengan mengumpulkan uap air (yang naik dari lautan sebagai
tetesan-tetesan oleh sebuah proses yang dikenal dengan “JebakanAir”) di
sekelilingnya.
Tahap Kedua : “…..lalu angin itu menggerakkan
awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang di kehendakinya, dan
menjadi bergumpal-gumpal…..”
...awan terbentuk dari uap air yang mengembun di sekitar
kristal-kristal garam atau partikel-partikel debu di udara. Karena
tetesan-tetesan air di sini sangat kecil (dengan diameter antara 0,01-0,02 mm),
awan mengapung di udara dan menyebar di angkasa. Sehingga langit tertutup oleh
awan.
Tahap Ketiga : “….lalu kamu lihat hujan keluar
dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun.”
...partikel-partikel air yang mengelilingi
kristal-kristal garam dan partikel-partikel debu mengental dan membentuk
tetesan-tetesan hujan. Sehingga, tetesan-tetesan tersebut, yang menjadi lebih
berat dari udara, meninggalkan awan dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan.
.....................................................................................................................................................
Setiap tahap dalam pembentukan hujan disampaikan
dalam Al-Qur’an. Terlebih lagi, tahapan-tahapan tersebut dijelaskan dalam
runtutan yang benar. Seperti halnya fenomena alam lain di dunia, lagi-lagi
Al-Qur’an lah yang memberikan informasi yang paling tepat tentang fenomena ini,
selain itu, Al-Qur’an telah memberitahukan fakta-fakta ini kepada manusia
berabad-abad sebelum sains sanggup mengungkapnya.
Referensi :
-
www.harunyahya.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar