Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka tulisan ini akan mengurai sekelumit tentang pengertian-pengertian ilmu dan pengetahuan, sehingga dapat menjadi informasi yang mungkin penting bagi kawan-kawan.
Ilmu merupakan pengetahuan. Tetapi, tidak semua pengetahuan adalah ilmu. Maka pengetahuan (knowledge) merupakan sesuatu yang dikejar manusia untuk memenuhi keingintahuanya (curiosity), selanjutya lahirlah "folk-wisdom" (kearifan rakyat), meliputi: segala bidang kehidupan (kemasyarakatan, kesehatan, hukum, ekonomi, pendidikan, sosial, dan sebagainya), antara lain dituangkan dalam bentuk pepatah, petitih, peribahasa, perumpamaan, dan sebagainya. dapat dilihat bahwa di dalamnya terdapat keterangan tentang "apa" maupun hubungan sebab-akibat.
Selanjutnya, dapat dikatakan bahwa ilmu (science) adalah pengetahuan keilmuan yang diperoleh "pengetahuan" melalui metode ilmu ditandai dengan presisi (tingkat ketepatan), baik tentang "apa" maupun tenatang "mengapa" (kausalitas), sehingga menetapkan mana yang kausalitas, mana yang bukan kausalitas.
Dengan demikian, dapat pula dikatakan bahwa hasil-hasil kegiatan keilmuan merupakan alat meramalkan (prediksi) dan mengendalikan (control) gejala-gejala alam. Hal ini telah diketahui, karena pengetahuan keilmuan (ilmu) merupakan sari penjelasan tentang kejadian-kejadian di alam, yang bersifat umum dan impersonal. Perbedaan antara pengetahuan keilmuan dan pengetahuan lainya, misalnya: seni, agama, dapat dilihat dari upaya memperolehnya. Pada prinsipnya adalah sebagai berikut:
Dengan demikian, dapat pula dikatakan bahwa hasil-hasil kegiatan keilmuan merupakan alat meramalkan (prediksi) dan mengendalikan (control) gejala-gejala alam. Hal ini telah diketahui, karena pengetahuan keilmuan (ilmu) merupakan sari penjelasan tentang kejadian-kejadian di alam, yang bersifat umum dan impersonal. Perbedaan antara pengetahuan keilmuan dan pengetahuan lainya, misalnya: seni, agama, dapat dilihat dari upaya memperolehnya. Pada prinsipnya adalah sebagai berikut:
,,,"Gejala-gejala yang terdapat dialam semesta ini ditangkap oleh manusia melalui pancainderanya, bahkan ada pula yang ditangkap oleh indra keenam (extra cencory) yaitu berupa intuisi. Segala yang ditangap oleh indera-inderanya (penglihatan) itu, dimasukan ke pikiran dan perasaanya. Dengan segala keyakinan atas kepercayaanya ditariklah kesimpulan yang benar.
Kesimpulan-kesimpulan yang benar itu dijadikan pengetahuanya (ilmu, seni, dan agama). Dalam upaya memperoleh pengetahuan itu dapat dibedakan antara upaya yang bersifat aktif dan pasif. Upaya aktif, ialah upaya dengan mempergunakan penalaran pikiran dan perasaan. Sedangkan upaya pasif, yaitu upaya dengan mempergunakan keyakinan atau kepercayaan terhadap kebenaran sesuatu yang diberitakan (misalnya: wahyu Tuhan melalui nabi atau ilmu pengetahuan lain). Baik secara aktif maupun secara pasif, keyakinan atau kepercayaan itu, berperan penting. Bedanya adalah bahwa kesimpulan yang benar yang diperoleh melalui alur penalaran pikiran (secara aktif) adalah bersifat logis dan analitis; sedangkan yang diperoleh melalui perasaan (pasif) dilandaskan pada "emphaty", ialah meletakan perasaan pada "objek yang ingin diketahui atau dimengertinya itu; hal ini terdapat pada seni, agama dan kepercayaan.
Maka dengan demikian, melalui ilmu diperoleh pengetahuan tentang suatu obejek itu "dari luar". Artinya kita hanya mengamati, berusaha mengerti dari kaca mata kita sebagai orang luar, sedangkan melalui agama, seni, kepercayaan yang berlandaskan pada empathy, berarti kita memahami dari dalam"..
Kesimpulan-kesimpulan yang benar itu dijadikan pengetahuanya (ilmu, seni, dan agama). Dalam upaya memperoleh pengetahuan itu dapat dibedakan antara upaya yang bersifat aktif dan pasif. Upaya aktif, ialah upaya dengan mempergunakan penalaran pikiran dan perasaan. Sedangkan upaya pasif, yaitu upaya dengan mempergunakan keyakinan atau kepercayaan terhadap kebenaran sesuatu yang diberitakan (misalnya: wahyu Tuhan melalui nabi atau ilmu pengetahuan lain). Baik secara aktif maupun secara pasif, keyakinan atau kepercayaan itu, berperan penting. Bedanya adalah bahwa kesimpulan yang benar yang diperoleh melalui alur penalaran pikiran (secara aktif) adalah bersifat logis dan analitis; sedangkan yang diperoleh melalui perasaan (pasif) dilandaskan pada "emphaty", ialah meletakan perasaan pada "objek yang ingin diketahui atau dimengertinya itu; hal ini terdapat pada seni, agama dan kepercayaan.
Maka dengan demikian, melalui ilmu diperoleh pengetahuan tentang suatu obejek itu "dari luar". Artinya kita hanya mengamati, berusaha mengerti dari kaca mata kita sebagai orang luar, sedangkan melalui agama, seni, kepercayaan yang berlandaskan pada empathy, berarti kita memahami dari dalam"..
Dari uraian diatas dapatlah diketahui tentang kedudukan ilmu dalam pengetahuan dan perbedaan ilmu dengan pengetahuan-pengetahuan lainya. Keterangan lain mengatakan bahwa upaya aktif untuk memperoleh pengetahuan keilmuan, tidak dilakukan dengan semena-mena, melainkan menurut aturan-aturan dan teknik-teknik tertentu. Upaya semacam ini disebut penyelidikan (inquiry), baik bersifat empirik maupun non-empirik. Secara empirik dapat dilakukan dengan penelitian (research) atau dengan pemeriksaan (investigation), dimana kedua-duanya dilakukan dengan mempergunakan prinsip-prinsip pengamatan.
Sumber:
Bahan pra kulaifikasi ,Unpad, Bandung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar