Penelitian merupakan "kegiatan (upaya) menyusun atau menemukan pengetahuan atau ilmu dengan menggunakan metode-metode tertentu dan prosedur sistematis".
Prosedur-prosedur sistematis adalah merujuk pada filsafat ilmu, sedangkan metode-metode tertentu yang sistematis merujuk pada metodologi.
Metodologi diartikan sebagai "kajian atau pemahaman tentang metode-metode". Dalam pengertian metode itu telah terkandung pengertian tekniknya.
Namun, secara keilmuan metode itu diartikan cara berfikir, sedangkan teknik diartikan sebagai cara melaksanakan hasil berfikir itu.
Dengan demikian, metodologi penelitian diartikan sebagai "pemahaman metode-metode penelitian dan pemahaman teknik-teknik penelitian. Metode penelitian adalah cara-cara berfikir untuk melakukan penelitian, dan teknik penelitian adalah cara melaksanakan penelitian ataas dasar hasil pemikiran.
Jadi, pengetian metodologi penelitian dapat diartikan sebagai pengkajian atau kegiatan menyusun tentang cara berfikir dan cara melaksanakan upaya atau kegiatan menyusun atau menemukan pengetahuan dan/atau ilmu atas dasar hasil berfikir seperti telah dipolakan menurut langkah-langkah tertentu.
Oleh karean itu, untuk dapat memahami dan melakukan penelitian, harus menguasai metodologinya dan juga menguasai filsafat ilmunya. Karena itu metodologi dan filsafat ilmu tidak dapat dipisahkan.
Inti pembahasan filsafat ilmu dapat mendukung metodologi penelitian yang berkisar pada ilmu, metode ilmu dan logika penjelasan ilmiah sebagaimana terkandung dalam filsafat ilmu itu sendiri.
Ilmu akan menjelaskan tentang pengetahuan dan ilmu, langkah-langkah penjelasan ilmiah (menetapkan, merumuskan, dan mengidentifikasikan masalah, menyusun pendekatan masalah dan kerangka pikiran, merumuskan hipotesis, menguji hipotesis, pembahasan faktual dan penarikan kesimpulan teoritis). Tentang apakah logika penjelasan ilmiah akan menjelaskan teknik berfikir apakah itu (induktio-empirico) ataupun (deducto-hipotetico) : berfikir deduktif untuk menarik kesimpulan hipotesis dan pengujian hipotesisnya (inducto-empirico): berfikir induktif untuk menyatakan proposisi hipotesis menjadi fakta.
Secara singkat, dapat dikatakan bahwa penelitian, metodologi penelitian, dan filsafat ilmu adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam "menoropong fakta" sehingga menjadi "produk ilmu pengetahuan" yang secara terus menerus bagi kepentingan kehidupan.
Sumber:
Bahan pra kualifikasi, Unpad, Bandung, 2008
Tidak ada komentar:
Posting Komentar